B. WHO

PARA RASUL

Para rasul waktu itu jelas diberi karunia bahasa roh. Hal itu dapat terlihat dari laporan Lukas tentang peristiwa Pentakosta dalam Kis 2:1-6: Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk, dan tampaklah kepada mereka, lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain seperti yang diberikan Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. Ketika turun bunyi itu berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.

Paulus sendiri mengatakan bahwa ia berbahasa roh lebih dari jemaat. Katanya, “Aku mengucap syukur kepada Allah, bahwa aku berkata-kata dengan bahasa roh lebih dari kamu semua” (1 Kor 14:18).

GEREJA ERA PERJANJIAN BARU

Gereja pada era Perjanjian Baru jelas diberi karunia bahasa roh, dan bahkan karunia-karunia supranatural yang lainnya. Fakta itu dapat dibuktikan dari bagaimana Paulus menjelaskan dengan panjang lebar tentang karunia bahasa roh itu dan tentang penerapan karunia tersebut secara korporat maupun individual. Terlihat jelas dari ayat-ayat berikut ini.

1 Kor 12:10b: Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.

1 Kor 14:2: Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata dengan manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorang pun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.

1 Kor 14:4-5: Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat. Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun.

1 Kor 14:13-14: Karena itu siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia harus berdoa, supaya kepadanya diberikan juga karunia untuk menafsirkannya. Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa.

1 Kor 14:15: Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.

1 Kor 14:18: Aku (Paulus) mengucap syukur kepada Allah, bahwa aku berkata-kata dengan bahasa roh lebih dari kamu semua.

1 Kor 14:26: Jadi bagaimana sekarang saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh….

1 Kor 14:27: Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.

1 Kor 14:39: Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh.

TIDAK SEMUA ANAK TUHAN

Peter Wagner mendefinisikan karunia Roh Kudus sebagai sebagian kemampuan supranatural yang diberikan Tuhan kepada bagian dari tubuh Kristus untuk melakukan pelayanan dan pembangunan Tubuh itu bagi kemuliaan Tuhan. Makanya, Roh Kudus mendistribusikan karunia-karunia itu ke berbagai orang percaya: ada yang diberi karunia ini dan ada yang diberikan karunia itu (1 Kor 12:7-11).

Jika mengacu pada konsep tentang karunia Roh dan Tubuh Kristus itu, berarti dimungkinkan bahwa seorang percaya tidak mendapatkan karunia bahasa roh namun memperoleh karunia Roh yang lainnya. Hal itu sama dengan karunia kesembuhan, tidak semua orang diberi karunia kesembuhan, bukan?

Dengan demikian tidak perlu kecil hati jika belum atau tidak diberi karunia berbahasa roh. Tuhan memakai setiap orang berbeda-beda sesuai dengan kehendak Roh Kudus.

SIAPA SAJA YANG MERINDUKAN

Tetapi, di sisi lain Paulus mengatakan, ”Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat” (1 Kor 14:1). Artinya, karunia-karunia Roh – termasuk karunia bahasa roh – harus diusahakan, diupayakan, dirindukan untuk diperoleh dari Roh Kudus. Dari perintah ini dapat disimpulkan bahwa karunia-karunia Roh (termasuk bahasa roh) dapat diperoleh setiap orang percaya jika benar-benar merindukannya.

Meskipun Paulus menekankan pentingnya memiliki kerinduan untuk berkarunia nubuat, Paulus sebenarnya juga mendorong kerinduan kita untuk berbahasa roh. Hal itu terlihat dari nilai penting bahasa roh yang dijelaskan Paulus. Pertama, bahasa roh berguna untuk berkomunikasi dengan Tuhan secara supranatural (1 Kor 14:2). Kedua, bahasa roh sangat berguna untuk membangun iman sendiri (1 Kor 14:4). Ketiga, bahasa roh berguna membangun jemaat bila ditafsirkan dengan karunia menafsirkan bahasa roh (1 Kor 14:5). Keempat, bahasa roh berguna untuk mengembangkan kehidupan doa dan pujian-pemyembahan yang dinamis (1 Kor 14:14-15). Dengan demikian, bahasa roh sangat penting dan bermanfaat sehingga harus diusahakan untuk memperolehnya dari Roh Kudus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: