C. WHEN

SEJAK GEREJA BERDIRI: PENTAKOSTA

Gereja Tuhan berdiri sejak Roh Kudus yang dijanjikan Kristus itu (Kis 1:4-8) dicurahkan (Kis 2:1-13). Pemberian karunia bahasa Roh menjadi bagian integral dari peristiwa Pencurahan Roh Kudus tersebut. Roh Kudus dan karunia-karunia Roh (termasuk bahasa roh) terus bekerja sejak itu sampai masa gereja berakhir ketika orang-orang percaya diangkat (rapture) menyambut Yesus di awan-awan pada akhir jaman (lihat lebih jauh di http://www.yesusdatang2012.wordpress.com).

Peristiwa Pencurahan Roh Kudus yang mengawali berdirinya gereja itu dicatat oleh Lukas dalam Kis 2:1-13 sebagai berikut: Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk, dan tampaklah kepada mereka, lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain seperti yang diberikan Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. Ketika turun bunyi itu berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: ”Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.” Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: ”Apakah artinya ini?” Tetapi orang lain menyindir: ”Mereka sedang mabuk oleh anggur manis.”

SEPANJANG MASA GEREJA

Sejak Pentakosta (Kis 2) sampai akhir jaman (kedatangan Kristus kedua kali), Roh Kudus dan karunia-karunia Roh terus bekerja, termasuk bahasa roh. Hanya, memang terjadi kemerosotan setelah beberapa ratus tahun masa gereja pertama berlalu. Namun, seperti dicatat dalam Dictionary of Pentacostal and Charismatic Movements (1996) dan “Roh Kudus” (diktat pengajaran Bethany School Ministry) fenomena bahasa roh terus muncul dari masa ke masa sebagai berikut:

Gerakan Montanisme pada abad ke-2. Nabiah Montanus mengembangkan aliran karismatik (mengajarkan soal Baptisan Roh Kudus) yang ditentang gereja induk saat itu. Aliran ini menentang ajaran baptisan bayi dan menentang ajaran Gnostik. Montanus mengajarkan pentingnya pengkudusan, penyangkalan diri, bahasa roh, dan nubuat.

Gerakan karismatik pada abad ke-4 oleh bapa-bapa gereja seperti Yustinus Martir, Irenaeus, Tertulianus, Origenes Ambrosius, dan Augustinus. Mereka mengajarkan kehidupan yang dipimpin Roh Kudus dan pelayanan dengan karunia-karunia Roh dan bahasa roh.

Gerakan oleh Waldens dan Albigenses pada abad ke-13. Di tengah masa kegelapan kekristenan, mereka tetap mengajarkan praktek karunia-karunia Roh Kudus.

Pelayanan Vincent Ferrer pada abad ke-14 disertai dengan mujizat-mujizat illahi. Ia menjadi misionaris yang melayani ke Spanyol dan Eropa Barat. Ferrer juga berbahasa roh.

Kaum Hugenot di Perancis pada abad ke-16. Karena ketekunan kerohanian, mereka dianiaya oleh gereja utama yang bersifat tradisional. Namun, dalam pelarian mereka ke gunung-gunung, mereka mengalami banyak karya Roh Kudus, mujizat-mujizat, dan bahasa roh.

Kelompok Yansenist dan Quakers pada abad ke-17 mengembangkan kehidupan kekristenan seperti gereja pertama. Mereka beribadah tanpa liturgi namun mengalir dalam pimpinan Roh Kudus. Mereka berdoa dan memuji dalam bahasa roh.

Edward Irving pada abad ke-19 adalah seorang pendeta Presbiterian Skotlandia yang mengalami kepenuhan Roh dan berbahasa roh saat bersama Dr. Henry Drummond mempelajari Eskatologi (lihat eskatologi di http://www.yesusdatang2012.wordpress.com).

D. L. Moody, penginjil terkenal itu dikabarkan menerima baptisan Roh Kudus saat melayani penginjilan di Inggris.

Charles Finney, pengkotbah KKR dan pelopor revival itu mengalami jamahan Roh Kudus. Saat bergumul dalam doa di hutan, ia mengalami kepenuhan Roh Kudus seperti disengat aliran listrik yang dahsyat.

Richard Spurling adalah seorang pendeta Gereja Baptis yang lalu mendirikan grup sendiri pada 1886 di Cherokee County North Carolina, AS. Pada 1896 grup ini mengadakan KKR dan banyak orang dibaptis Roh Kudus serta berbahasa roh. Ini kemudian menjadi cikal bakal berdirinya Church of God.

Charles Fox Parham mendirikan seminari Alkitab Stone’s Folly di Topeka, Kansas, AS. Setelah ia menyuruh para mahasiswanya belajar tentang Pentakosta, seorang mahasiswinya (Agnes Ozman) mengalami kepenuhan Roh Kudus dan berbahasa roh. Parham sendiri akhirnya berbahasa roh dan ia mengajarkan hal itu ke seluruh dunia hingga lahirlah gerakan pelayanan dan gereja-gereja Pentakosta sedunia.

HUJAN AWAL & HUJAN AKHIR

Beberapa panafsir Pentakosta, misalnya Ariel Edvardsen, meyakini janji Tuhan yang disebut sebagai ”hujan awal” dan ”hujan akhir”. Konsep itu bertolak dari Firman Tuhan dalam Yoel 2:23-25 sebagai berikut: Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena Tuhan, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu. Tempat-tempat pengirikan menjadi penuh dengan gandum, dan tempat pemerasan kelimpahan anggur dan minyak. Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim di antara kamu.

Hujan awal itu ditafsirkan sebagai Pencurahan Roh Kudus pada masa awal berdirinya gereja (gereja pertama pada jaman para rasul dan gereja-gereja yang dicatat dalam Perjanjian Baru). Sedangkan hujan akhir ditafsirkan sebagai Pencurahan Roh Kudus pada akhir jaman. Sejarah memang mencatat adanya eskalasi pencurahan dan kegerakan Roh Kudus sejak tahun 1900-an (Charles Parham, William Seymour) sampai sekarang menjelang kedatangan Kristus kedua kali.

Akhir jaman, sebelum pengangkatan (rapture, lihat http://www.yesusdatang2012.wordpress.com) memang ditandai dengan pencurahan Roh Kudus yang luar biasa (Kis 2:17-18).

BAHASA ROH AKAN BERHENTI

Paulus mengingatkan akan masa berhentinya karunia bahasa lidah dalam surat 1 Kor 13:8-10: Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.

Hal itu berbicara tentang berakhirnya masa gereja. Setelah gereja diangkat (rapture, lihat http://www.yesusdatang2012.wordpress.com) maka kita akan berjumpa langsung dengan Kristus. Kita tidak lagi memerlukan kuasa dan karunia-karunia supranatural karena kita sudah menyatu dengan Yang Sempurna itu. Kehidupan masa depan itu hanya diliputi kasih yang sempurna saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: