F. HOW

CARA: MENERIMA DENGAN IMAN

Bahasa roh adalah bahasa illahi yang diberikan secara supranatural oleh Roh Kudus. Jadi, ini bukan ketrampilan berbahasa sebagai hasil proses belajar secara manusiawi. Pada waktu para rasul mendapat bahasa roh, prosesnya semata-mata bersifat adikodrati. Mereka tidak berpikir lebih dulu sebelum melontarkan kata-kata dari lidahnya. Tiba-tiba saja kata-kata rahasia itu meluap dari hati dan keluar melalui mulut kita yang diurapi.

Dengan demikian sama seperti waktu kita mendapatkan mujizat kesembuhan atau mujizat lainnya, kita membutuhkan iman. Adapun iman itu adalah keyakinan yang tumbuh dari pendengaran akan firman Tuhan (Rom 10:17). Karena kita mendengar dan membaca bahwa di Alkitab ada bahasa roh maka kita percaya akan hal itu. Jika kita percaya akan hal itu, kita akan menerima bahasa roh itu sebagai sebuah mujizat supranatural.

CARA: MEMINTA DENGAN KERINDUAN

Roh Kudus dan hal-hal berkenaan dengan Dia perlu diminta melalui doa yang penuh kerinduan. Yesus mengajarkan itu dalam Injil Lukas 11:9-13 sebagai berikut: Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya meminta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya!”

Jadi, untuk perkara Roh Kudus, meminta-mencari-mengetok merupakan sebuah prosedur standar. Tuhan ingin supaya kita aktif dengan kerinduan penuh. Prinsip itu juga ditekankan saat para murid menantikan Pencurahan Roh Kudus. Mereka diharuskan untuk menanti-nantikan janji Bapa (Kis 1:4). Dan, mereka pun melakukannya dengan tekun (Kis 1:14 – Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama….).

CARA: MENGUSAHAKAN SECARA ROHANI

Tentang Karunia Roh Kudus, Paulus menekankan supaya kita aktif mengusahakannya (1 Kor 14:1 – Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat). Dalam bahas aslinya, untuk kata “usahakanlah dirimu memperoleh karunia Roh” dipakai kata dzayloo yang berarti menginginkan, merindukan, desire (ingin), earnestly (men-seriusi), zealous (antusias, semangat).

Jadi, untuk mendapatkan karunia-karunia Roh, Tuhan menuntut kita untuk mengejarnya dengan habis-habisan. Itulah sebabnya gereja-gereja yang mengejar karunia-karunia Roh diberi oleh Tuhan. Gereja-gereja Pentakosta yang senantiasa berdoa dan berpuasa selama 10 hari menjelang perayaan Pentakosta dibangkitkan dan diurapi oleh Tuhan. Hamba-hamba Tuhan yang bertekun dalam doa, puasa, iman, dan perjuangan rohani untuk mendapatkan urapan akan benar-benar diberi kuasa illahi oleh Roh Kudus. Sementara gereja-gereja lama yang suam yang santai-santai saja – jika terus demikian – selamanya tidak akan menerima kuasa dan karunia-karunia Roh Kudus.

Pencurahan Roh Kudus yang terjadi pada masa pelayanan Charles Parham yang kemudian dikenal sebagai “Bapak Pentakosta Dunia” juga merupakan hasil perjuangan rohani. Di seminari binaannya, Stone’s Folly, Parham meminta semua mahasiswa mempelajari masalah Roh Kudus melalui penyelidikan atas Kitab Kisah Para Rasul. Semua mahasiswa bersemangat dan menjadi sangat rindu akan Roh Kudus dan bahasa roh. Mereka lalu menggelar acara Kebaktian Semalam Suntuk yang diikuti 75 orang di kampus tersebut. Pada acara itu, mahasiswi bernama Agnes Ozman didoakan oleh Parham dan mengalami kepenuhan Roh dan berbahasa roh. Peristiwa itu mendorong mahasiswa-mahasiswa lain semakin haus akan Roh Kudus. Apa yang mereka lakukan? Beberapa dari mereka memindahkan tempat-tempat tidur mereka dari asrama di lantai atas ke ruang doa. Selama 3 hari 2 malam, sekolah itu menanti-nantikan Roh Kudus. Ketika kemudian Parham meninjau ruang doa itu, ia mendapati para mahasiswa itu sedang berdoa berbahasa roh karena Roh Kudus telah melawat mereka. Lalu, Parham pun bersimpuh dan kemudian Roh Kudus juga memenuhinya. Katanya, “Saat itu juga kata-kata saya agak berubah, kemuliaan turun atas diri saya dan saya mulai menyembah Tuhan dalam bahasa Swedia dan kemudian berubah menjadi bahasa-bahasa lain dan terus berlanjut” (Charles Parham, The Life of Charles Parham, Birmingham: Comercial Printing Company, 1930, halaman 54).

CARA: MENGGUNAKAN DENGAN BAIK DAN BENAR

Jika Roh Kudus sudah memberi kita karunia bahasa roh, kita bisa menggunakannya untuk kepentingan pribadi. Paulus mengajarkan dalam 1 Kor 14:2-4: Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata dengan manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorang pun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia. Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.

Karunia bahasa roh juga bisa dipakai dalam pertemuan jemaat. Paulus mengajarkan aturan mainnya sebagai berikut dalam surat 1 Korintus 14:26-40: Jadi bagaimana sekarang saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun. Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya. Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah. Tentang nabi-nabi – baiklah dua atau tiga orang di antaranya berkata-kata dan yang lain menanggapi apa yang mereka katakan. Tetapi jika seorang lain yang duduk di situ mendapat penyataan, maka yang pertama itu harus berdiam diri. Sebab kamu semua boleh bernubuat seorang demi seorang, sehingga kamu semua dapat belajar dan beroleh kekuatan. Karunia nabi tunduk kepada nabi-nabi. Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera. Sama seperti dalam semua jemaat orang-orang kudus, perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan-pertemuan jemaat. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara. Mereka harus menundukkan diri, seperti yang dikatakan juga oleh hukum Taurat. Jika mereka ingin mengetahui sesuatu, baiklah mereka menanyakannya kepada suaminya di rumah. Sebab tidak sopan bagi perempuan untuk berbicara dalam pertemuan jemaat. Atau adakah firman Allah mulai dari kamu? Atau hanya kepada kamu sajakah firman itu telah datang? Jika seorang menganggap dirinya nabi atau orang yang mendapat karunia rohani, ia harus sadar, bahwa apa yang kukatakan kepadamu adalah perintah Tuhan. Tetapi jika ia tidak mengindahkannya, janganlah kamu mengindahkan dia. Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh. Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.

Kemudian, penggunaan bahasa roh harus komprehensif. Kita berdoa dan memuji Tuhan dengan bahasa roh, tetapi juga dengan akal budi. Paulus memberi pengajaran dalam 1 Kor 14:15: Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.

Beberapa orang karismatik sangat ”nge-roh”. Maunya bahasa roh melulu. Menganggap doa dengan akal budi itu rendah. Hal itu karena pikiran mereka sempit dan tidak berorientasi pada pelayanan yang penuh hikmat dan strategi (band. 1 Kor 14:23).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: