G. WARNING

BAHASA ROH: BUKAN HASIL BELAJAR, BUKAN HAFALAN

Di sebuah gereja, pernah diadakan latihan berbahasa roh. Pendetanya menuliskan kata-kata tertentu – misalnya “la-la-la-ma-ra-ka-la-la-….” – di papan tulis. Lalu jemaat, diajak melafalkannya bersama-sama. Katanya, itu dilakukan untuk memancing supaya bahasa rohnya keluar dari roh kita.

Praktik demikian SESAT. Dan, sangat berbahaya karena iblis bisa mencuri kesempatan. Sebab, bahasa roh adalah Karunia Roh yang diberikan secara supranatural oleh Roh Kudus saja. Bahasa roh itu diilhamkan Roh Kudus. Bahasa roh bukan bahasa manusia yang dipelajari atau dihafalkan!

AWAS, BAHASA ROH PALSU!

Dalam berbagai agama/kepercayaan lain, termasuk okultisme, juga ada bahasa roh. Berarti, ada bahasa roh yang asli dari Roh Kudus, ada yang hasil rekaan manusia (seperti contoh di atas), dan ada yang dari iblis. Orang yang belum dilayani pelepasan (pengusiran setan), sekali pun KTP-nya Kristen bisa saja berbahasa roh namun bukan dari Roh Kudus. Dalam hal inilah kita harus sangat berhati-hati dan harus meminta karunia membedakan roh (1 Kor 12:10 – makanya karunia membedakan bermacam-macam roh ini berkaitan dengan karunia bahasa roh dan karunia menafsirkan bahasa roh).

KARISMA VERSUS KARAKTER

Banyak orang Kristen berkarunia, berbahasa roh dan bahkan mengadakan mujizat-mujizat, namun karakternya amburadul. Makanya Paulus menyusun pembahasan soal Roh Kudus itu dengan urutan pertama ”Rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh” (1 Kor 12), kemudian kedua tentang ”Kasih” (1 Kor 13), dan ketiga mengenai ”Sekali lagi tentang Karunia Roh” (1 Kor 14). Itu mirip konstruksi roti hamburger: bagian atasnya ”karunia”, dan bagian bawahnya ”karunia”. Tengahnya, ”kasih” (bagian terlezat karena ada daging dan bumbu). Demikianlah kekristenan dinilai dari kasih (karakternya). Meskipun karunianya besar atau banyak, namun tidak ada kasih, itu sama seperti hamburger isi batu. Makanya banyak orang merasakan kepahitan dengan kekristenan kita.

Paulus menegaskan bahwa tanpa kasih maka semua karunia menjadi sia-sia (1 Kor 13:1-3). Karena itu Paulus juga menegaskan supaya kita mengejar kasih dulu dan baru mengusahakan karunia (1 Kor 14:1).

BAHASA ROH BUKAN KUNCI KESELAMATAN

Keselamatan Kristen (soteriologi) diperoleh jika kita percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi (lihat lebih jauh di http://www.smartforchrist.wordpress.com kategori SELAMAT & BERTUMBUH). Jadi, mendapat karunia bahasa roh adalah bagian dari pertumbuhan di dalam iman kepada Kristus dan bukan syarat dari keselamatan itu. Jiika ada hamba Tuhan yang mengajarkan bahwa siapa yang tidak berbahasa roh tidak selamat, itu sama sekali tidak Alkitabiah. Bahasa roh adalah karunia Roh yang berkaitan dengan pertumbuhan rohani pribadi (1 Kor 14:4) dan pelayanan (1 Kor 12:10).

BAHASA ROH DAN KEKUDUSAN

Banyak orang Kristen karismatik meremehkan kekudusan. Mereka berkarunia, berbahasa roh, tetapi tidak hidup suci. Hal itu memang sudah terjadi pada jaman jemaat di Korintus. Jemaat waktu itu penuh karunia namun hidupnya berdosa.

Kekristenan adalah kehidupan yang suci, itulah panggilan kita. Kekristenan bukan kemampuan supranatural semata-mata, tetapi kehidupan yang berkenan di hadapan Tuhan. Sejarah pencurahan Roh Kudus di era modern sebenarnya menunjukkan bagaimana kehendak Tuhan. Sebelum terjadi gerakan Pentakosta yang meledak pada tahun 1900-an, lebih dulu muncul gerakan kesucian (holiness movement). Sejarah itu menunjukkan bagaimana Tuhan menghendaki proses yang benar, yaitu hidup suci dulu dan baru kemudian menerima Roh Kudus dan diurapi Tuhan. Adapun gerakan karismatik sekarang – tentu tidak semua – kurang menekankan kehidupan suci karena lebih menekankan aspek entertainment dan pertumbuhan kuantitas semata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: