H. WITNESS

PENCURAHAN ROH KUDUS DI SOE

Jangan dipikir bahwa peristiwa Pentakosta hanya terjadi dulu. Sampai sekarang pun masih terjadi. Bahkan semakin intens menjelang akhir jaman. Di sebuah gereja Protestan di Soe, Nusa Tenggara Timur, pernah terjadi peristiwa pengalaman supranatural korporat semacam itu pada sekutar 1965.

Berikut adalah catatan Mel Tari dalam buku ”Bagaikan Angin Badai” halaman 29-30: Pada malam itu ketika kami sedang berdoa bersama, tiba-tiba Roh Kudus datang seperti yang terjadi pada hari Pentakosta. Dalam Kis 2 kita membaca bahwa Dia datang seperti tiupan angin keras. Dan malam itu, pada saat sedang duduk di sebelah kakak perempuan saya, saya mendengar tiupan angin keras ini. Suaranya seperti tiupan angin topan kecil. Saya melihat di sekeliling saya dan tidak melihat apa-apa. Saya menoleh kepada kakak perempuan saya. ”Kak, apakah engkau mendengar suatu suara aneh?” tanya saya. ”Ya,” jawabnya, ”saya mendengarnya. Tetapi lupakanlah tentang suara itu, dan mari kita berdoa saja.” Dia mulai berdoa dan pada saat yang sama saya mendengar banyak yang lainnya juga mulai berdoa. Anda harus mengetahui bahwa di gereja kami, kami berdoa dalam urutan tertentu, satu demi satu. Satu orang berdoa di gereja kami sudah cukup karena semuanya telah ditulis pada sehelai kertas yang terletak di hadapan kami. Kalau semua harus berdoa, kami harus menulis seluruh doa itu. Tetapi malam itu, orang-orang di gereja kami mulai melupakan urutan yang sudah tertulis dan doa di depan mereka dan mulai berdoa di dalam Roh Kudus. Mula-mula satu demi satu, dan sebelum saya menyadarinya, ternyata mereka semua berdoa bersama-sama secara serentak. ”Oh Yesusku, apa yang terjadi di gereja ini? Mereka sudah melupakan urutan yang tertulis itu,” kata saya. Kemudian saya mendengar lonceng tanda kebakaran berbunyi dengan keras. Di seberang gereja ada kantor polisi dan lonceng kebakaran. Seseorang di kantor polisi melihat bahwa gereja kami terbakar, maka dia membunyikan bel untuk memberitahu orang-orang desa supaya cepat datang karena ada kebakaran. Di Indonesia, terutama di Timor (pada 1965-an), kami tidak mempunyai mobil pemadan kebakaran. Kami hanya membunyikan lonceng kebakaran dan orang-orang langsung mengerti bahwa ada kebakaran dan mereka akan datang dari seluruh pelosok desa membawa ember-ember berisi air dan benda-benda lainnya untuk membantu memadamkan api. Ketika sampai di gereja, mereka memang melihat nyala api, tetapi gereja kami tidak terbakar, Api yang menyala bukanlah api biasa melainkan api dari Tuhan. Karena itu banyak orang menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi mereka dan menerima baptisan Roh Kudus.

Pada buku yang sama, di halaman 32-33 dicatat demikian: Kemudian saya melihat seorang wanita yang berada di depan saya. Dia adalah seorang yang agak terbelakang dan tidak bisa berbahasa Indonesia. Dia hanya bisa berbicara dalam bahasa daerahnya, bahasa Timor. Sudah tentu dia tidak bisa berbahasa Inggris. Pada saat itu saya belum mahir berbahasa Inggris dan hanya tahu sedikit karena pernah belajar di sekolah. Dan wanita itu mulai berdoa dengan suara yang keras dalam bahasa Inggris yang sangat sempurna: ”Oh Jesus, I love You,” katanya. ”Oh Jesus, I want to take the cross and follow You. Oh, I love You, Jesus,” dia terus menyambah Tuhan. Kedua pendeta saya, yang tidak mengerti sedikit pun bahasa Inggris, berpikir bahwa wanita ini sedang kerasukan. Mereka lari ke atas mimbar dan berteriak, ”Oh Tuhan, kalau ini bukan dari Engkau tetapi dari Iblis dan Iblislah yang membuat suara bising ini, hentikanlah mereka.” Tetapi semakin mereka berdoa, semakin berlimpah Roh Kudus mencurahkan berkat-Nya. Seorang pria yang berada di bagian lain dari gereja mulai berdoa dalam bahasa Jerman. Ia berdiri di sana, dan kata-kata pujian dan penyembahan kepada Tuhan sangatlah indah. Setelah itu, orang-orang mulai berdiri semuanya, menyembah Tuhan dalam berbagai macam bahasa. Surga turun pada malam itu dan benar-benar indah. Ada yang berbahasa Perancis. Ada yang memuji Tuhan dalam bahasa-bahasa daerah. Dan seorang wanita terus berkata, ”Shalom, shalom, shalom,” walaupun dia tidak tahu bahwa dia sedang berbicara dalam bahasa Ibrani.

KESAKSIAN-KESAKSIAN YANG DICATAT ARIL EDVARDSEN

Dalam bukunya berjudul ”Baptisan dan Karunia Roh Kudus” yang aslinya berjudul ”Andensdap Andens Gaver”, Aril Edvardsen menyajikan beberapa kesaksian sebagai berikut (hal 113): Penginjil Tommy Hicks berbicara dalam bahasa Rusia dalam kebaktiannya di negara Rusia ketika penterjemahnya menolak untuk menterjemahkan baginya lagi. Dari buku ”God’s Miracle in India” yang ditulis oleh seorang utusan Injil Edvard Trelda dari Norwegia, kita membaca bahwa ia menyaksikan seorang gadis India berbicara di dalam bahasa Kristiansand (sebuah kota di Norwegia) di dalam sebuah kebaktian di mana Roh Kudus turun ke atas orang banyak. Di dalam Gereja Tabernakel di kota Skien di Norwegia, seorang Yunani yang hadir dalam kebaktian itu mendengar bahwa seorang saudara di dalam sidang itu berbicara karunia lidah di dalam bahasa Yunani. Bahasa-bahasa sedemikian kerapkali terdengar pada hari-hari pertama dari kegerakan rohani di Amerika Serikat dan banyak pengungsi dari berbagai negara yang mengunjungi kebaktian ini mendengar orang-orang yang berbicara dalam bahasa mereka sendiri diyakinkan dan dimenangkan untuk Allah. Di dalam salah sebuah kebaktian yang saya adakan di Bergen, Norwegia, saya mendengar beberapa kali seorang wanita berkata dengan karunia lidah di dalam bahasa Jerman sambil menterjemahkan sendiri walaupun ia sama sekali tidak mengerti bahasa itu. Di dalam kebaktian kami di lembah Saron di mana markas besar kami terletak, kejadian ini juga telah berlaku. Beberapa orang gembala Perancis mengunjungi pertemuan kami mendengar seorang gadis berbicara dalam bahasa Perancis dengan sangat lancar – sebuah bahasa yang tidak pernah dipelajarinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: